Penanganan gerd pada ibu hamil

Penanganan gerd pada ibu hamil, ukhuwah anak kuliah, poster nasehat, poster islami keren remaja, poster nasehat ulama, quote islami, poster islami anak, poster religi islam, poster motivasi islami, contoh gambar poster tentang keagamaan.

GERD PADA IBU HAMIL

Pertanyaan:

Bismillah.
Afwan ingin betanya. Bagaimana penanganan gerd pada ibu hamil?
Bila gerd kambuh, ana berikan antasid saja akan tetapi gerd ini sering kambuh. Apakah assesment ini sudah tepat?
Adakah saran penanganan non obat utk kondisi seperti ini?

Catatan :
– Insya Allah pola makan teratur, tidak mengkonsumsi makanan yg dapat meningkatkan asam lambung.
– Gerd biasanya kambuh pada malam hari dan usia kandungan insya Allah memasuki 8 bln.

Jawaban:

GERD (Gastro Esofageal Refluks Disease) yaitu keadaan asam lambung naik ke esofagus sehingga mengiritasi esofagus, dikarenakan melemahnya sfingter esofagus.

Pada ibu hamil terjadi karena beberapa kondisi :
1. Perubahan hormon
2. Rahim yang terus membesar dan mendorong lambung
3. Sfingter (yang berperan sebagai pintu) kerongkongan bawah dalam kondisi lebih relaks, sehingga asam lambung lebih mudah naik kembali ke atas

Penanganannya bila tidak teratasi dengan antasida, bisa ditambahkan H2 Histamin Blocker seperti ranitidin, famotidin, simetidin, dan sejenisnya. Atau bisa juga ditambahkan PPI (Proton Pump Inhibitor) seperti omeprazole, lansoprazole, dan sejenisnya.

Penanganan Non-obat

1. Konsumsi makanan bergizi secara teratur, makan langsung dalam porsi besar dapat membuat gejala lebih buruk.
2. Lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering.
3. Kurangi konsumsi makanan yang berlemak, pedas, atau menghasilkan banyak gas seperti kol, kacang-kacangan.
4. Duduk dalam posisi tegak saat makan sehingga tidak menambah tekanan pada lambung.
5. Hindari konsumsi makanan yang dapat membuat gejala lebih buruk, seperti jus buah, coklat.
6. Tidak merokok.
7. Hindari konsumsi alkohol, batasi konsumsi kafein, dan teh.
8. Saat berbaring, gunakan bantal tambahan sehingga posisi kepala lebih tinggi.

Bila gejala tidak membaik, segera hubungi dokter kandungan.

Dijawab oleh dr. Indri Abu Zaki hafizhahullah

(Narasumber dan Konsultan Kesehatan di Media Sosial Ukhuwah Anak Kuliah)

🌏 ukhuwahanakkuliah.com

Artikel Terkait