Ngaji Kitab Tauhid (Bag. 55)

Artikel Aqidah Artikel Dakwah Artikel Fikih Artikel Manhaj

📕📚☝🏻 NGAJI KITAB TAUHID (BAG. 55)

📚 Serial: Pembahasan Kitab Tauhid || Bab 10 – Tidak Boleh Melakukan Penyembelihan karena Allah di Tempat Praktik Penyembelihan untuk Selain Allah

🖊 Oleh: al-Ustadz Hari Ahadi حفظه الله
____

وَقَوْلُ اللَّه تعالى: ﴿لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا﴾ الْآيَةُ.

• Allah ta‘ala berfirman (artinya),

“Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya.” (Q.S. At-Taubah: 108)
_________________________________________
Untuk memahami ayat ini, kita perlu membaca kelengkapan ayatnya beserta satu ayat sebelumnya.

• Yaitu firman Allah ta‘ala,

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَآ اِلَّا الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ ﴿١٠٧﴾ لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ ﴿١٠٨﴾

107. “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).

108. Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (Q.S. At-Taubah: 107-108)

Di ayat (107), Allah menerangkan tentang masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik. Letaknya di Quba, di perkampungan Bani Salim bin Auf. Pembangunannya sendiri ialah bagian dari rencana jahat orang-orang munafik bersama kaum Yahudi di Syam dan Khaibar untuk mencelakakan umat Islam.

Setelah pembangunannya rampung, mereka datang kepada Rasulullah ﷺ dan meminta beliau untuk shalat di masjid tersebut, tujuannya, agar umat Islam juga akan shalat di sana nantinya. Walaupun sebenarnya, telah ada masjid yang lebih dulu di bangun di Quba, yaitu Masjid Quba, masjid yang dimaksud pada ayat (108).

Kedatangan mereka bertepatan dengan persiapan Rasulullah ﷺ menuju perang Tabuk. Beliau ﷺ menyanggupi untuk shalat di sana, namun tidak untuk saat itu, tapi setelah kembali dari perang. Waktu itu, Rasulullah ﷺ belum mengetahui niatan mereka.

Dalam perjalanan kembali dari perang Tabuk dan jarak ke Madinah menyisakan perjalanan satu atau dua hari lagi, turun ayat-ayat di surah at-Taubah di atas. Yang melarang Rasulullah ﷺ shalat di tempat yang dibangun oleh orang-orang munafik tersebut. Maka Rasulullah ﷺ mengutus satu atau dua orang sahabat untuk mendatangi tempat itu lalu membakarnya.¹

Poin utama yang terkait dengan bab ini ialah:² Rasulullah ﷺ tentu shalat karena Allah, tapi karena tempat itu dibangun di atas niatan jahat dan sebagai makar atas umat Islam, Allah pun melarang Nabi-Nya untuk shalat di sana. Maka ini bukti bahwa tidak boleh beribadah kepada Allah di tempat maksiat, kekafiran, atau kesyirikan. Salah satu ibadah ialah menyembelih, jadi artinya, tidak boleh melakukan penyembelihan untuk Allah di tempat terjadinya penyembelihan untuk selain Allah.

¹ Lihat kisah dan tentang asal riwayatnya: 📕 Al-Bayan al-Mufid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hlm. 168-169.
📕 ² Lihat: At-Taʼliq al-Mukhtashar al-Mubin, hlm. 264.

📮Boleh Join & Share :
http://t.me/ukhuwah_anak_kuliah
http://simpellink.com/medsosuak

🔰 UKHUWAH ANAK KULIAH 🔰
•• ════════ ❁✿❁════════ ••

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *