Ketika Kenikmatan Berubah Petaka

Artikel Dakwah Artikel Nasehat

🌪️⛈️⚡ KETIKA KENIKMATAN BERUBAH PETAKA

Ribuan tahun sebelum Masehi, berdiri sebuah kerajaan Arab kuno di bagian selatan Semenanjung Arab. Kerajaan yang makmur, aman, dan sentosa itu adalah Saba’.

Kebanyakan peneliti menyebutkan bahwa Kerajaan Saba’ adalah kerajaan tertua di Semenanjung Arab, dan telah berdiri di tanah Arab sejak 1300 SM. Ada juga yang berpendapat lebih tua dari itu (sekitar 2500 SM). Ibu kota pertama negeri ini adalah Shirwah, kemudian pindah ke Ma’rib yang akhirnya menjadi pusat perdagangan penting saat itu.

Penduduk Saba’ bertempat tinggal di Yaman, sebagian mereka mendiami kota-kota besar dengan benteng-bentengnya yang kokoh. Sisa-sisa peninggalan bangunan tersebut masih dapat kita lihat pada zaman kita ini, meskipun kebanyakannya berupa puing-puing. Bekas-bekas tersebut menjadi bukti ‘kemajuan’ mereka saat itu dalam bidang arsitektur.

Sebagaimana dijelaskan di atas, Saba’ pada zaman itu adalah negeri yang subur dan makmur. Curah hujan yang tinggi adalah salah satu sebabnya. Itu semua adalah anugerah Allah subhanahu wa ta’ala bagi mereka. Kebun kurma dan anggur tumbuh dengan subur. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٌۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍۖ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.”

📚 (Q.S. Saba’: 15)

Kebun-kebun itu berada di kanan kiri wadi yang luas (biasanya dilalui air saat hujan turun). Begitu luasnya, diceritakan bahwa siapa saja yang berjalan di kebun-kebun itu tidak akan keluar dari naungan pepohonannya karena subur dan lebatnya. Bahkan, para wanita yang ingin memetik hasil kebun mereka, cukup membawa sebuah keranjang yang dijunjung di atas kepalanya lalu berjalan di bawah rimbunan pohon di kebun mereka. Begitu mereka keluar, keranjang itu sudah penuh dengan buah-buahan.[¹]

Allah subhanahu wa ta’ala benar-benar melimpahkan berbagai kesenangan hidup kepada mereka. Ibnu Katsir rahimahullah menukil cerita sebagian ahli bahwa di negeri itu dahulunya tidak terdapat serangga berbisa, nyamuk, dan kutu, karena iklim yang stabil. Semua itu adalah agar mereka beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala satu-satu-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

Akan tetapi, melihat keadaan yang senantiasa menyenangkan itu, tumbuhlah dalam hati mereka keyakinan seakan-akan kerajaan mereka tidak mungkin ada yang dapat menghancurkannya. Sedikit demi sedikit, mereka mulai menyembah matahari. Mereka merasa, mataharilah yang memberi kehidupan bagi mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَأَعۡرَضُواْ

“Tetapi mereka berpaling,”

📚 (Q.S. Saba’: 16)

dari beribadah dan mensyukuri Allah subhanahu wa ta’ala atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Setan menggiring mereka agar beribadah kepada matahari.

Menurut Ibnu Munabbih rahimahullah, penduduk Saba’ telah mendapati dalam kitab mereka bahwa bendungan itu akan dihancurkan oleh binatang sebangsa tikus. Maka dari itu, mereka menyiapkan kucing untuk menangkap tikus tersebut. Akan tetapi, ketika waktu datangnya bencana itu sudah tiba, kucing yang mereka persiapkan tidak mampu menangkap tikus yang lari memasuki celah bendungan lalu menggerogoti bendungan itu.

Tidak lama setelah itu, air pun menjebol dinding bendungan lalu menelan semua yang dilaluinya. Kebun-kebun yang hijau dengan buah-buahan yang rimbun hancur luluh. Pohon-pohon di kiri kanan wadi itu menjadi kering, mati. Kebun-kebun itu akhirnya ditumbuhi pohon atsl yang rasanya pahit dan sedikit pohon sidr (bidara).

Negeri Saba’ hancur. Bendungan itu pun akhirnya tinggal puing-puing yang tidak berguna. Sawah, ladang, manusia, dan ternak, binasa. Ayah kehilangan anaknya atau sebaliknya. Istri kehilangan suaminya, demikian pula sebaliknya.

[¹] Lihat Tafsir Ibnu Katsir

🔎 Isi artikel ini dinukil dari :
https://bit.ly/390DPFg

📮Boleh Join & Share :
http://t.me/ukhuwah_anak_kuliah
http://simpellink.com/medsosuak

🔰 UKHUWAH ANAK KULIAH 🔰
•• ════════ ❁✿❁════════ ••

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *