Ini Baru Namanya Panutan, Layak Dicontoh!

Artikel Dakwah Artikel Khutbah Jum'at Artikel Nasehat Artikel Pemuda

⚠️🌻💎 INI BARU NAMANYA PANUTAN, LAYAK DICONTOH!

Ada seorang dari kalangan salaf yang dikisahkan oleh al-Ajury dalam Ghuraba’ minal mu’minin nya, seorang yang kerja nukang cuma hari sabtu saja. Dan dapat bayaran 7 danik. 1 danik dia bisa pakai untuk makan 1 hari ya. Maka sisanya dia belajar di ulama’ sampai habis 7 danik ini dan kemudian hari ke-tujuh-nya hari sabtu ia duduk lagi ya, atau dia kerja lagi di tempat tadi. Kerja harian ya. Dapat lagi 7 danik lagi balik lagi dia ke sana. Yang ternyata anaknya khalifah, anaknya khalifah.

Ikhwanifiddiin ‘azakumullooh ini bukti betapa pentingnya ilmu. Mau belajar ke ulama dikasih sebagai bekal permata yang besar dia simpan, dia simpan ga dipakai, dia kerja, dan ini riwayat diriwayatkan oleh orang yang memakai dia sebagai pekerja ya. Yakni dia menyatakan suatu hari saya datang ke pasar kemudian saya mencari tukang-tukang untuk kerja harian, dan biasanya di pasar orang-orang siap untuk kerja seharian. Kamu berapa sehari, saya sekitar. tawar menawar. Nah anak muda ini kelihatan lain karena tholibul ‘ilm tentunya bentuknya lain tidak seperti bentuknya tukang, kan begitu.

(Pemberi kerja): “Kamu kerja juga?”
(Pekerja): “Iya.”
(Pemberi kerja): “Kamu minta bayar berapa?”
(Pekerja): “Saya minta tidak lebih dari 7 danik.”
(Pemberi kerja): “Cuma 7 danik?”
(Pekerja): “Iya.”
(Pemberi kerja): “Kenapa begitu?”
(Pekerja): “Karena saya meminta syarat. Tapi minta syarat bahwa saya dibebaskan untuk sholat jamaah setiap waktu sholat.”
(Pemberi kerja): “Ya.”

Karena kebetulan orang ini orang yang sholeh juga. Ya cocok dia. Ini berarti tukang yang baik. Kerja, ternyata kerjanya rajin maka jadi langganan. Tapi setiap hari tidak ketemu dia. Sampai hari berikutnya hari sabtu yang berikutnya baru ketemu lagi.

(Pemberi kerja): “Kenapa kamu ga ada?”
(Pekerja): “Saya ta’lim, ngaji belajar sama syaikh, dengan ulama’.”

Jadi 7 danik itu dipakai setiap hari untuk hidup 6 hari ketika habis kerja lagi nukang kemudian untuk hidup lagi 6 hari ya, yang penting bisa ngaji. Akhirnya setiap hari sabtu orang ini mencari mana anak muda itu, panggil, kerja di rumahnya. Hari sabtu panggil lagi. Sampai ketika suatu hari orang itu ga ada. Dicari-cari tanya.. tanya.. tanya.. Ternyata didapati dalam keadaan sedang sakit. Kemudian dia berpesan karena kelihatan sakitnya parah dia berwasiat bahwa ini berikan kalau saya mati berikan ini pada khalifah. Kemudian meninggal.

Ketika iring-iringan khalifah lewat maka dia memanggilnya sambil menunjukkan barangnya. Maka khalifah melihat barang tersebut langsung berhenti. Dari mana kamu dapat ini? Dia ceritakan kejadian seluruhnya, maka khalifah tadi menangis.

(Pemberi kerja): “Kenapa kau menangis?”

Karena orang ini tidak tahu siapa dia. Maka dijawab oleh khalifah itu adalah anakku.

Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu. Kaum salaf itu sampai bekerja itu sekedar untuk dia bisa hidup ya. Selebihnya belajar mencari ilmu.

🔎 Isi artikel ini dinukil dari :
https://bit.ly/38s2Poj

📮Boleh Join & Share :
http://simpellink.com/medsosuak

🔰 UKHUWAH ANAK KULIAH 🔰
•• ════════ ❁✿❁════════ ••

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *