Beranda » Artikel » Artikel Sejarah » Sahabat Nabi » Seorang Pemuda di Majelis Pemimpin Dunia

Seorang Pemuda di Majelis Pemimpin Dunia

cerita kisah kecerdasan al-Hurr bin Qais bersama Khalifah Umar bin al-Khathab

cerita kisah kecerdasan al-Hurr bin Qais bersama Khalifah Umar bin al-Khathab

Seorang pemuda cerdas lagi bertakwa telah hadir di majelis musyawarah Khalifah Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu.

Bukan hanya sekali-dua kali, melainkan di setiap pertemuan, Khalifah tak pernah ragu mengundangnya walaupun usianya masih muda.

Abdullah bin Abbas, sepupu Rasulullah, mengisahkan sendiri sebuah kejadian yang menunjukkan ketakwaan dan kepandaian si pemuda yang bernama al-Hur bin Qais ini,

“Suatu hari Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah datang menemui al-Hur bin Qais yang tak lain adalah keponakannya. Ia tahu kalau keponakannya itu memiliki kedudukan di sisi Khalifah Umar bin al-Khaththab.

Oleh karena itu, ia berkata kepada al-Hur bin Qais, ‘Keponakanku, sungguh engkau memiliki kedudukan yang mulia di sisi Khalifah. Maka dari itu, mintakanlah izin kepadanya agar aku bisa menemuinya.’

‘Aku akan memintakan izin untukmu, Paman, insyaAllah,” jawab al-Hur bin Qais singkat.

Tatkala Uyainah telah diberi izin dan dipersilakan masuk menemui Khalifah, serta merta dan dengan lancangnya ia berteriak,

“Heh, Ibnul Khaththab! Demi Allah, Anda tidak memberikan sesuatu yang bisa mencukupi kebutuhan kami dan tidak pula menegakkan hukum dengan adil!”

Khalifah Umar radhiallahu anhu, yang memang memiliki watak keras, marah mendengar ucapan Uyainah. Wajahnya memerah, bahkan beliau hampir saja akan menimpakan hukuman kepada Uyainah kalau saja al-Hur tidak menenangkannya,

‘Wahai Amirul Mukminin¹, sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman kepada Nabi-Nya,

‘Jadilah engkau seorang yang pemaaf, perintahkanlah orang untuk mengerjakan kebaikan, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.’² Sungguh, pamanku ini termasuk salah satu dari orang-orang bodoh itu.’”

Seketika itu Khalifah Umar tersadar.

Kemarahan yang tadi memuncak, kini telah padam begitu mendengar ayat dan nasihat yang disampaikan oleh al-Hur bin Qais. Pilihannya untuk mengajak al-Hur bin Qais sebagai orang dekatnya benar-benar terbukti. Beliau tak salah, untuk memilih seorang pemuda yang bertakwa dan cerdas masuk ke dalam majelis musyawarahnya.

Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu kembali melanjutkan,

“Demi Allah, Umar sama sekali tidak mengabaikan ayat yang dibacakan kepadanya. Sungguh, beliau adalah orang yang sangat berpegang teguh dengan Kitabullah.”

Jika disampaikan dengan tulus dan bijak, sebuah nasihat bisa saja mengubah pendirian seorang pemimpin dunia, meskipun yang menyampaikannya adalah seorang pemuda.

Semoga Allah merahmati al-Hur bin Qais …


¹ Amirul Mukminin adalah gelar yang ditujukan kepada penguasa kaum muslimin, yang mengurusi berbagai kebutuhan mereka.

² Al-A’raf: 199


🌐 Sumber: HR. Al-Bukhari no. 4642, dengan beberapa penyesuaian.

Berkomentarlah dengan santun ...

DMCA.com Protection Status
%d blogger menyukai ini: