Beranda » Artikel » Artikel Akidah » Ngaji Kitab Tauhid (Bag.7)

Ngaji Kitab Tauhid (Bag.7)

📕📚☝🏻 NGAJI KITAB TAUHID (BAG.7)

📚 Serial: Pembahasan Kitab Tauhid || Bagian Pendahuluan Kitab

🖊 Oleh: al-Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

________________

RASULULLAH ﷺ JUGA MELARANG DARI SELURUH PERBUATAN SYIRIK TANPA TERKECUALI

قال ابن مسعود -رضي الله عنه-:

من أراد أن ينظر إلى وصية محمد صلى الله عليه وسلم التي عليها خاتمه فليقرأ قوله تعالى: {قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً} إلى قوله {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً} الآية

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Barang siapa yang ingin melihat wasiat Muhammad ﷺ yang tertera di atasnya cincin stempel milik beliau, maka hendaknya ia membaca firman Allah ta’ala,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً

“Katakanlah (Muhammad), ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan Dia,'” (Q.S. Al-An’am: 151)

Sampai firman Allah,

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً

“Sungguh inilah jalan-Ku berada dalam keadaan lurus.” (Q.S. Al-An’am: 153)

📕 ATSAR HASAN (Jami’ at-Tirmidzi) Diriwayatkan at-Tirmidzi (3070), ath-Thabrani (al-Kabir, 10060), al-Baihaqi (asy-Syu’ab, 7540)

Pada atsar di atas, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad ﷺ berwasiat sama persis seperti wasiat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada di surah al-An’am. Yaitu firman-Nya,

{قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُم مِّنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ۞ وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ۞ وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [الأنعام : 151-153]

( 151 ) “Katakanlah, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar’. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

( 152 ) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

( 153 ) dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-An’am: 151-153)

Pada tiga ayat di atas terdapat 10 perintah Allah:

1️⃣ – Agar beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

2️⃣ – Agar berbakti kepada kedua orang tua, baik kepada mereka, menjaga dan merawat mereka, serta mematuhi permintaan mereka selama bukan dalam ranah perbuatan dosa.

Ukhuwah Anak Kuliah:
📕📚☝🏻 NGAJI KITAB TAUHID (BAG.7)

📚 Serial: Pembahasan Kitab Tauhid || Bagian Pendahuluan Kitab

🖊 Oleh: al-Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

________________

RASULULLAH ﷺ JUGA MELARANG DARI SELURUH PERBUATAN SYIRIK TANPA TERKECUALI

قال ابن مسعود -رضي الله عنه-:

من أراد أن ينظر إلى وصية محمد صلى الله عليه وسلم التي عليها خاتمه فليقرأ قوله تعالى: {قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً} إلى قوله {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً} الآية

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Barang siapa yang ingin melihat wasiat Muhammad ﷺ yang tertera di atasnya cincin stempel milik beliau, maka hendaknya ia membaca firman Allah ta’ala,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً

“Katakanlah (Muhammad), ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan Dia,'” (Q.S. Al-An’am: 151)

Sampai firman Allah,

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً

“Sungguh inilah jalan-Ku berada dalam keadaan lurus.” (Q.S. Al-An’am: 153)

📕 ATSAR HASAN (Jami’ at-Tirmidzi) Diriwayatkan at-Tirmidzi (3070), ath-Thabrani (al-Kabir, 10060), al-Baihaqi (asy-Syu’ab, 7540)

Pada atsar di atas, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad ﷺ berwasiat sama persis seperti wasiat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada di surah al-An’am. Yaitu firman-Nya,

{قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُم مِّنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ۞ وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ۞ وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [الأنعام : 151-153]

( 151 ) “Katakanlah, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar’. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

( 152 ) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

( 153 ) dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-An’am: 151-153)

Pada tiga ayat di atas terdapat 10 perintah Allah:

1️⃣ – Agar beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

2️⃣ – Agar berbakti kepada kedua orang tua, baik kepada mereka, menjaga dan merawat mereka, serta mematuhi permintaan mereka selama bukan dalam ranah perbuatan dosa.

3️⃣ – Jangan membunuh anak karena takut kemiskinan. Karena yang memberi rizki orang tua, anak-anak, dan seluruh makhluk adalah Allah.

4️⃣ – Jangan sekali-kali mendekati perbuatan maksiat apalagi melakukannya, maksiat yang nampak maupun yang tak nampak.

5️⃣ – Jangan membunuh seseorang yang Allah larang untuk dibunuh kecuali jika ada penyebab yang benar, seperti qishas atau seseorang yang telah menikah kemudian berzina.

6️⃣ – Jangan mendekati harta anak yatim kecuali untuk kebaikan anak itu, dengan dijaga, dikembangkan, kemudian diserahkan di saat ia telah dewasa.

7️⃣ – Agar adil saat memberi, pas saat menakar dan menimbang.

8️⃣ – Agar adil dalam ucapan. Selalu berpihak kepada kebenaran, baik kepada kerabat dekat maupun orang jauh.

9️⃣ – Agar kita taat sepenuhnya kepada Allah, mengamalkan kandungan kitab-Nya dan ajaran Rasul-Nya ﷺ.

🔟 – Agar kita menempuh jalan yang lurus, yaitu dengan mengamalkan perintah Allah dalam ayat di atas. Jangan menempuh jalan-jalan yang lain, jalan bid’ah dan syubhat, sehingga menyebabkan terpisah dari jalan yang benar.

Bahan bacaan: Al-Mulakhkhos fi Syarh Kitab at-Tauhid, hlm. 16-18

📮Boleh Join & Share :
http://t.me/ukhuwah_anak_kuliah
http://simpellink.com/medsosuak

🔰 UKHUWAH ANAK KULIAH 🔰
•• ════════ ❁✿❁════════ ••

Berkomentarlah dengan santun ...

DMCA.com Protection Status
%d blogger menyukai ini: